![]()
Seorang siswa dibimbing orang tua tengah belajar di rumah dengan sistem daring. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
SOLO – Belajar di rumah dengan sistem dalam jaringan (daring) selama kejadian luar biasa (KLB) korona di Kota Bengawan akan berakhir 13 April. Mengingat status KLB belum dicabut, Dinas Pendidikan (Disdik) Surakarta mewacanakan memperpanjang belajar di rumah.
Kepala Disdik Surakarta Etty Retnowati mengatakan, pihaknya masih menggodok wacana perpanjangan pembelajaran daring. Salah satu pertimbangannya adalah status KLB korona di Kota Solo diperpanjang hingga 26 April 2020.
"Edaran belum selesai (masih dalam pembahasan). Menyesuaikan perpanjangan KLB," terangnya, Rabu (8/4). Sekolah diminta menunggu surat edaran resmi dari disdik.
Selain itu, Etty meminta orang tua murid dan guru selalu berkoordinasi. Tidak hanya terkait pelaksanaan pembelajaran daring, tapi juga memantau kondisi kesehatan siswa.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 14 Surakarta Nurul Hudayati mengatakan, pihak sekolah terus memaksimalkan pembelajaran daring sesuai arahan disdik. Dalam sehari, siswa mendapat dua sampai tiga materi mata pelajaran. Beberapa guru juga menyampaikan materi dengan video. Diharapkan siswa mampu belajar mandiri.
"Kami efektifkan pembelajaran online agar anak tidak keluar rumah. Semaksimal mungkin komunikasi dua arah dengan siswa menggunakan grup WhatsApp," terangnya.
Sekadar informasi, di Kota Bengawan terdapat sebanyak 425 SD negeri dan swasta, 73 SMP negeri dan swasta, dan delapan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Hampir sebulan para murid mengikuti pembelajaran daring. (rgl/wa)






0 komentar:
Posting Komentar